Selamat Datang di website Balai Penyuluhan Pertanian Kapanewon Nanggulan Kabupaten Kulon Progo, D.I. Yogyakarta.....................

Kamis, 21 Juli 2016

Virus

Penyakit Tristeza (Quick Decline),
Virus (Citrus Tristeza Virus atau CTV)
Preferred Name : Citrus tristeza virus
Taxonomic Position
Kingdom: Virus
Family: Closteroviridae
Genus: Closterovirus
Sumber gambar : CABI
 
Morfologi dan daur penyakit
  • Virus mempunyai zarah-zarah berbentuk batang yang lentur atau benang dengan ukuran 10-12 X 2.000 nm. Virus dapat menular secara mekanis. penyambungan dan dengan tali putri. Serangga yang dilaporkan sebagai vektor adalah : Toxoptera citricida Kirk., (Aphis citricidus Kirk., Aphis tavaresi Del Garcio, Aphis citricola Van der Goot), Myzus persicae Sulz., T. aurantii Fonsc., Aphis spiraecola Patch., Aphis gossypii dan Ferrisia virgata Ckll.
  • Perkembangan penyakit ini dipengaruhi oleh varietas, suhu dan populasi serangga penular. Suhu antara 28 - 36 °C selama 10 hari dapat menekan gejala pada daun.
  • Di Indonesia terdapat di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan Barat. Di luar negeri dilaporkan terdapat di Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan, Fiji, India, Australia, Selandia Baru, Hawaii, Israel, Afrika Selatan dan Barat, Amerika Utara dan Selatan.
Gejala serangan
  • Gejala infeksi pada tanaman adalah kerusakan pada jaringan pembuluh tapis (floem), lekukan atau celah-celah pada jaringan kayu dari batang, cabang atau ranting dan gejala daun menguning. Pada varietas yang tahan seperti jeruk keprok gejalanya bisa tak tampak tetapi tetap merupakan sumber infeksi bagi varietas yang peka. Gejala khas dari penyakit virus ini adalah daun-daun tanaman yang berubah menjadi berwarna perunggu atau kuning dan gugur sedikit demi sedikit. Biasanya terjadi pemucatan tulang daun (vein clearing) berupa garis-­garis putus atau memanjang pada tulang daun yang tembus cahaya 2 - 3 bulan setelah tertulari. Daun-daun tampak menjadi kaku dan berukuran lebih kecil dan tepinya melengkung ke atas.
  • Pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat, khususnya pada tanaman yang rentan, pada permukaan kulit batang atau cabang terdapat lekukan-lekukan.
  • Tanaman yang terserang menghasilkan bunga berlebihan yang tidak dapat berkembang menjadi buah yang masak.
Tanaman inang lain
  • Belum diketahui
Cara pengendalian
  • Pengendalian secara bercocok tanam/kultur teknis, meliputi cara-cara yang mengarah pada budidaya tanaman sehat yaitu : terpenuhinya persyaratan tumbuh (suhu, curah hujan, angin, ketinggian tempat, tanah/lahan bebas sumber inokulum), pengaturan jarak tanam, penanaman bibit sehat, tidak menanam bibit sakit, dan pengamatan terhadap gejala pada daun dan bunga yang berlebihan.
  • Pengendalian mekanis dan fisik, dilakukan dengan membersihkan/memetik daun yang menunjukkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar